Langsung ke konten utama

Membuat Sistem ISP Backup di Mikrotik (Fail over)

Ketika kantor atau RTRW NET menggunakan 1 input internet dari ISP, tentu saja akan cukup merepotkan ketika ISP tersebut mengalami gangguan. karena koneksi internet ke klien semua menjadi mati, oleh karena itu kita perlu menambahkan 1 ISP sebagai cadangan. ISP cadangan ini biasanya memiliki bandwidth lebih kecil namun mencukupi sebagai cadangan.

Sumber artikel ini diambil dari mikrotik.co.id yang telah diujicoba oleh penulis dan berhasil sehingga akan kami bagikan kepada pembaca untuk tambahan pengetahuan.

Dengan menggunakan lebih dari satu gateway internet (ISP) memungkinkan kita untuk melakukan fail over dimana salah satu link bisa dijadikan sebagai gateway utama dan yang lain menjadi link backup. Untuk kebutuhan tersebut konfigurasi yang biasa diterapkan adalah dengan mendefinisikan check-gateway dan membedakan nilai distance pada masing-masing rule routing.

Sebagai contoh seperti pada topologi jaringan berikut





Secara sederhana, failover dapat dilakukan tanpa script dengan mengatur check-gateway dan nilai distance pada tiap rule routing, contohnya seperti berikut


Dengan pengaturan tersebut mekanisme check-gateway akan melakukan pengecekan berkala ke gateway ISP dengan mengirimkan paket PING.

Namun yang menjadi kendala, mekanisme check-gateway hanya dapat melakukan pemantauan gateway terdekat  (ISP), sehingga jika yang terjadi masalah di atas jalur ISP (NAP) misalnya, paket data akan tetap dilewatkan ke ISP, sebab router masih menganggap ISP reachable. Efeknya failover tidak berjalan semestinya sehingga kita tetap tidak bisa akses.

Untuk itu ada sebuah trik pada pengaturan routing untuk membuat fail over secara otomatis tanpa menggunakan script. Selain distance dan check gateway, kita bisa memanfaatkan parameter scope/target scope untuk membuat recursive gateway, sehingga check-gateway dapat melakukan pemantauan gateway / IP Address di internet sekalipun, misalnya ke 8.8.8.8

Secara default Check-gateway tidak bisa melihat status 8.8.8.8 karena IP tersebut bukan sebagai gateway terdekat. Pada kondisi inilah pengubahan scope dan target-scope dapat diterapkan, biasanya pada rule routing gateway utama. Informasi ini pernah dibahas pada artikel Fungsi Dasar Routing.

Pertama, dari rule routing failover sederhana pada contoh di awal artikel ini, ubah routing yang melalui gateway=192.168.3.1 (Link utama) menjadi gateway=8.8.8.8 dan definisikan target-scope=30




Selanjutnya agar menjadi recursive gateway, tambahkan satu rule routing baru dengan dst-address=8.8.8.8 gateway=192.168.3.1 .



Jika dilihat dari rule nya, mungkin rule diatas tidak sesuai standar penentuan gateway, karena menggunakan 8.8.8.8 sebagai gateway, namun dengan target-scope=30 rule tersebut bisa melakukan lookup ke rule lain yang memiliki nilai scope ≤ 30 sehingga menjadi recursive gateway.

Setelah semua langkah dilakukan maka rule routing lengkap dapat dilihat pada gambar di bawah ini




Dengan demikian, check-gateway dapat melakukan pemantauan ke IP 8.8.8.8 yang pada rule tersebut seolah-olah menjadi gateway langsung. Sehingga ketika check-gateway gagal melakukan PING ke 8.8.8.8 maka gateway internet akan dialihkan ke link backup.

Sebagai catatan, mekanisme ini hanya untuk membantu check-gateway melakukan pemantauan link, sedangkan jika dilakukan traceroute traffic aslinya tetap melewati link / gateway ISP.


sumber : http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=260










Postingan populer dari blog ini

Membuat 2 ISP dalam 1 Mikrotik

  Mikrotik merupakan perangkat yang cukup fleksibel dan bisa kita atur konfigurasinya sesuai dengan kebutuhan jaringan yang ada. Banyak macam fitur yang ditambahkan pada sistemnya, misal seperti fungsi Firewall, Routing, Managment Bandwidth, Web-Proxy, Samba Server, L2 Management, Hotspot, RADIUS, dll. Selain itu produk MikroTik umumnya memiliki beberapa port ethernet yang secara default masing-masing berjalan secara independent, dengan kata lain kita bisa menggunakannya untuk lebih dari satu Jalur ISP dengan metode Loadbalance atau juga Failover. Atau bisa juga kita konfigurasi dengan mode bridging untuk kebutuhan L2 Management. Pada artikel kali ini kita akan mencoba untuk melakukan konfigurasi router MikroTik dengan menggunakan koneksi 2 jalur ISP. Dengan 2 jalur ISP tersebut, kita akan buat misal 'ISP A' hanya khusus untuk jalur internet 'Network A' sedangkan 'ISP B' khusus untuk jalur internet 'Network B'. Untuk kebutuhan diatas nanti kita bisa meng...

MINI SERVER (DATABASE DAN WEBSITE) dari STB HG680P FIBERHOME

 Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai pembuatan mini server dari STB HG680P Fiberhome. STB tipe ini dapat diinstal Operating System (OS) Linux ARM sehingga dapat berfungsi sebagai komputer mini maupun sebagai mini server. STB Fiberhome ini memiliki spesifikasi sebagai berikut : oC Amlogic CPU quad core ARM Cortex-A53 @ up to 1.51 GHz GPU Mali-450MP RAM 2GB Storage Total 8GB (ROM System dan Internal 4GB) Built in WiFi HDMI 1x Port LAN 2x Slot USB 1x Slot SD-CARD 1x Port RCA Aux 1x Port SPDIF Gambar 1 STB Fiberhome HG680P STB jenis ini banyak digunakan oleh operator TV internet seperti Indihome, produk bekasnya banyak dijumpai di marketplace seperti Tokopedia, Shoope, Bukalapak, dll. Langkah-langkah Pembuatan STB menjadi mini server Linux STB yang akan dibuat menjadi mini server adalah STB yang telah di root sebelumnya, cara root dapat dilihat pada artikel lain. Peralatan yang harus dipersiapkan adalah           - STB HG680P (sudah di root)  ...

Cara Program Handy Talkie (HT) Motorola CP1300

 Motorola adalah salah satu brand yang cukup terkenal di bidang radio telekomunikasi karena kualitasnya yang baik dan kehandalannya untuk komunikasi radio walaupun harganya jauh lebih mahal dari merk lain. Pada artikel ini akan dibagikan cara program HT Motorola CP 1300.  Gambar 1 HT CP 1300 Dalam memrogram Motorola CP1300 diperlukan interface antara komputer/laptop dengan perangkat radio komunikasi yang dapat diprogram. Banyak interface yang sudah dijual jadi, namun seringkali pada tipe HT Motorola CP1300 ini kabel tidak bisa digunakan yang biasanya ditandai dengan perangkat radio yang ridak terdeteksi pada program (software). Kami merakit sendiri Kabel data atau interface yang digunakan untuk melakukan pemrograman Motorola CP 1300 ini. Gambar-gambar di bawah ini akan menunjukkan skema dan foto-foto pada Kabel Data Motorola CP 1300 hasil rakitan sendiri. Gambar 2 Kabel Data Rakitan  Skema atau wiring dari Kabel Data USB yang ditunjukkan pada gambar 2, dijabarkan pada ga...